Perbedaan Sekam Mentah, Sekam Bakar, dan Rice Husk Ash (RHA)
by 🧑🚀 Oka bRionZ on Fri Dec 05 2025
Sekam Mentah (Rice Husk)
- Bentuk: Kulit ari padi yang belum diolah
- Komposisi: 20% selulosa, 40% lignin, 20% silika, sisanya air dan mineral
- Kegunaan: Bahan bakar, mulsa, atau bahan dasar pembuatan sekam bakar
- Kelemahan: Mudah busuk, kurang stabil, risiko penyakit tanaman
- Keunggulan: Murah dan mudah didapat
Sekam Bakar (Burnt Rice Husk)
- Proses: Sekam mentah yang dibakar pada suhu 400-600°C
- Komposisi: 85-95% silika amorf, karbon rendah, mineral esensial
- Kegunaan: Media tanam, pupuk, bahan konstruksi, pengendali hama
- Kelemahan: Membutuhkan proses pembakaran, potensi debu
- Keunggulan: Stabil, tahan lama, sifat antimikroba
Rice Husk Ash (RHA)
- Proses: Sekam bakar yang digiling halus menjadi abu
- Komposisi: >90% silika, partikel mikro, tinggi reaktivitas pozzolanik
- Kegunaan: Industri konstruksi, pabrik besi, material refractory, teknologi tinggi
- Kelemahan: Harga lebih mahal, membutuhkan pengolahan lanjutan
- Keunggulan: Kemurnian tinggi, aplikasi industri luas
Perbandingan Kegunaan
- Pertanian: Sekam bakar lebih unggul untuk media tanam
- Konstruksi: RHA cocok untuk semen dan beton
- Industri: RHA untuk aplikasi high-tech
- Biaya: Sekam mentah termurah, RHA termahal
Baca juga: Manfaat Sekam Bakar untuk Media Tanam, RHA untuk Pabrik Besi: Kegunaan & Keunggulan
Tagged: pertaniansekam mentahsekam bakarrice husk ashperbedaanaplikasi